Spanduk Haji Bergambar Tri Adhianto Viral Saat Ditertibkan di Mina, Ini Penjelasan Ketua Kloter Bekasi

 

KOTA BEKASI – Media sosial diramaikan video penertiban spanduk jemaah haji Indonesia di kawasan Mina, Arab Saudi. Dari sejumlah spanduk yang diamankan petugas, salah satunya menjadi sorotan karena memuat tulisan “Kloter 19 JKS Gelombang 2” dan menampilkan foto Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan pengurus kloter.

Namun, pengurus Kloter 19 JKS Gelombang 2 memastikan keberadaan spanduk tersebut bukan arahan, instruksi, ataupun bagian dari kegiatan Wali Kota Bekasi.

Ketua Jemaah Kloter 19 JKS Gelombang 2, Muhamad Ibnu, menjelaskan spanduk dibuat secara mandiri oleh pengurus rombongan sebagai penanda visual agar jemaah asal Bekasi mudah mengenali titik kumpul di kawasan Mina.

“Hal itu untuk memudahkan jemaah Bekasi menemukan tenda. Adapun pemasangan foto Wali Kota sendiri yang kami cantumkan di spanduk semata-mata sebagai bentuk penghormatan kepada beliau,” kata Ibnu.

Ia mengatakan, penggunaan penanda visual dilakukan karena fase Armuzna identik dengan kepadatan jemaah dan tingginya mobilitas, sehingga diperlukan titik identifikasi agar rombongan tidak mudah terpisah.

Menurutnya, spanduk tersebut tidak pernah dimaksudkan sebagai simbol fasilitas khusus ataupun penanda area tertentu bagi pejabat daerah.

“Seluruh tenda digunakan bersama oleh jemaah asal Kota Bekasi sesuai pembagian yang berlaku,” ujarnya.

Spanduk itu sebelumnya ikut ditertibkan dalam inspeksi yang dipimpin Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar, bersama tim Kementerian Agama dan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Penataan dilakukan terhadap sejumlah penanda yang dipasang di lokasi yang tidak sesuai ketentuan.

Usai video penertiban viral, sebagian warganet mengaitkan foto tersebut dengan sosok Wali Kota Bekasi hingga memunculkan berbagai komentar di media sosial.

Merespons hal itu, pengurus Kloter 19 JKS memberikan klarifikasi terbuka dan memastikan Pemerintah Kota Bekasi maupun Wali Kota Tri Adhianto tidak terlibat dalam pembuatan ataupun pemasangan spanduk.

Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak kloter juga menyampaikan permohonan maaf kepada Wali Kota Bekasi dan masyarakat luas agar tidak berkembang spekulasi yang keliru.

Pengurus menegaskan, spanduk itu murni berfungsi sebagai titik kumpul dan sarana navigasi jemaah di Mina, tanpa unsur politis maupun kepentingan lain di luar kebutuhan teknis pelaksanaan ibadah haji.

Posting Komentar untuk "Spanduk Haji Bergambar Tri Adhianto Viral Saat Ditertibkan di Mina, Ini Penjelasan Ketua Kloter Bekasi"