Harga Dexlite dan Pertamax Turbo Melonjak, Pertalite Bertahan
![]() |
| Ilustrasi antrian mobil saat mengisi BBM di Kota Bekasi (BekasiPatriot) |
JAKARTA- Kenaikan harga BBM non-subsidi yang mulai berlaku per 18–20 April 2026 mendorong perhatian publik terhadap harga Pertalite. Di tengah lonjakan tersebut, harga Pertalite dipastikan tetap stabil di Rp10.000 per liter dan tidak mengalami perubahan.
Pemerintah menegaskan bahwa BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir 2026. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut stok energi nasional masih aman, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Sementara itu, kenaikan signifikan justru terjadi pada BBM non-subsidi. Di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, Pertamax tetap di Rp12.300 per liter dan Pertamax Green 95 di Rp12.900 per liter. Namun, Pertamax Turbo melonjak menjadi Rp19.400 per liter dari sebelumnya Rp13.100.
Kenaikan lebih tajam terjadi pada jenis solar. Dexlite naik menjadi Rp23.600 per liter dari Rp14.200, sedangkan Pertamina Dex mencapai Rp23.900 per liter dari Rp14.500.
Penyesuaian harga ini dilakukan PT Pertamina (Persero) mengacu pada formula harga dasar BBM sesuai kebijakan Kementerian ESDM. Tidak semua produk mengalami kenaikan, namun lonjakan pada BBM beroktan tinggi dan diesel memperlebar jarak harga dengan BBM subsidi.
Dengan selisih harga yang kini mencapai lebih dari dua kali lipat, Pertalite tetap menjadi pilihan utama masyarakat. Stabilnya harga di tengah kenaikan BBM non-subsidi juga menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli, khususnya bagi pengguna kendaraan harian.

Posting Komentar untuk "Harga Dexlite dan Pertamax Turbo Melonjak, Pertalite Bertahan"