Kepala Bapperida Kota Bekasi, Dicky Irawan, menyatakan Musrenbang RKPD merupakan tahapan strategis dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Forum ini menjadi ruang penyelarasan antara program prioritas pemerintah dan aspirasi masyarakat.
“Diharapkan perencanaan pembangunan dapat berjalan partisipatif, terintegrasi, dan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab berbagai persoalan kota. Ia menyoroti isu banjir yang, menurutnya, tidak dapat diselesaikan pemerintah secara sendiri.
“Permasalahan seperti banjir membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya dalam menjaga lingkungan, termasuk di bantaran sungai. Sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan daerah juga terus diperkuat,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa kerja sama antara pemerintah, legislatif, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam menghadapi tantangan pembangunan, mulai dari pengelolaan lingkungan hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia mendorong peran perguruan tinggi melalui inovasi dan riset aplikatif, sekaligus membuka peluang kerja sama strategis, termasuk dengan mitra internasional, guna meningkatkan kompetensi tenaga kerja.
Selain itu, Wali Kota mengingatkan pentingnya perubahan pola kerja birokrasi yang berorientasi pada hasil dan keberlanjutan program.
“Pembangunan harus berorientasi pada outcome, bukan sekadar output. Kolaborasi harus diperkuat demi pelayanan publik yang optimal,” tegasnya.
Rangkaian Musrenbang turut diisi pemaparan materi, penyerapan aspirasi peserta, serta penandatanganan berita acara sebagai komitmen bersama dalam mendukung pembangunan Kota Bekasi ke depan.
Posting Komentar untuk " Pemkot Bekasi Gelar Musrenbang RKPD 2027, Tekankan Kolaborasi dan Orientasi Hasil"